Risiko Kehidupan

Sepanjang usia kita hidup, sudah selama itu pula kita telah mengalami berbagai kondisi yang mengharuskan kita mengambil risiko. Sejak manusia itu dilahirkan, sejak saat itu pula hidupnya diwarnai dengan berbagai risiko, baik yang  ditanggung oleh orang tua, ataupun diri kita sendiri. Pada titik ini, menarik untuk merefleksikan bahwa dengan risiko  yang barangkali sama, respon manusia seringkali berbeda. Ada yang siap menanggung sendiri, ada juga yang memilih untuk menyerahkannya kepada orang lain, atau akhirnya kabur begitu saja,  tidak memperdulikan sama sekali. Mari kita berefleksi sejenak, silahkan kita cari 3 momen dalam hidup kita; saat kita menghadapi risiko, apa respon perilaku kita waktu itu? Risiko dan pengambilan keputusan, seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Memahami risiko menjadi penting bagi diri seseorang, karena di saat inilah, kita diuji secara naluriah untuk dapat mengambil insight dr informasi yang dibutuhkan. Namun demikian, sebelum informasi, mentalitas mengambil risiko menjadi urgent untuk dimiliki. Mentalitas mengambil risiko, sedikit banyak dipengaruhi oleh latar belakang dan rangkaian peristiwa yang dialami manusia. Besar dan kecilnya, agaknya sangat relatif. Saya teringat cerita salah seorang guru saya, prof. Rhenald kasali ketika beliau bercerita bahwa dalam sebuah mata kuliah, setiap mahasiswa diberikan tantangan untuk melakukan aktivitas yang belum pernah dilakukan dalam keseharian. Pekan selanjutnya tiba Prof bertanya mengenai apa yang dilakukan oleh para mahasiswanya.  Jawaban yang muncul sangat bervariatif, namun ada satu jawaban menonjol yang diceritakan Prof.  Sebut saja Mawar,...

Read More