malam ini, beberapa tahun lalu..

percik No Comments

bismiLLAH..

malam ini, beberapa tahun lalu,

mungkin saja, aku lupa dan berlalu begitu saja..

ahh, bukan tak tahu, tapi sungguh tahu..

iya.

tahu,

tapi apakah itu jaminan aku mengerti? paham? dan merasakan???

malam ini, beberapa tahun lalu,

gema adzan, penanda tamu agung tiba hadir..

tapi, biasa, bahkan begitu biasa..

detik demi detik berlalu..hingga tiba di penghujung akhir..

aku kembali berceloteh tentang malam-malam panjang yang begitu sebentar..

malam ini, beberapa tahun lalu,

dengan tingkah, polah, aku berjalan di dalam,

hidup, tapi aku tak pernah benar-benar hidup..

malam ini,

hari ini,

masihkan kamu melewatkannya begitu saja?

masih ada nafas di ujung hidung dan mulutmu..

masih ada detak yang berdegup di dalam dadamu..

sungguh, sebelum semuanya terlambat..

aku rindu..

saat Engkau begitu dekat,

sementara aku selalu jauh..dan terus menjauh..

merugi benar diriku..

malam ini, beberapa tahun lalu..

istighfarlah diriku..

astaghfiruLLAH..

astaghfiruLLAH..

*depok, senja gemuruh malaikat datang ke bumi.. tidakkah kau rasakan gemuruhnya???

karena cinta adalah istiqomah..

percik No Comments

karena RasuluLLAH pun mengingatkan bahwa istiqomah suatu hal yang sulit..

karena syetan akan sulit mengganggu orang-orang yang istiqomah,

karena ikhlas pun akan didapat ketika niat istiqomah itu dipancangkan,

hingga orang lain mencaci, menjerit dan bahkan terpekik, tak usah hirau amalmu, karena hanya ALLAH tujuanmu..

istiqomah, dalam segala hal..

amanah sosial,

pekerjaan/organisasi,

menunaikan hak dan kewajiban keluarga,

hingga meniti jalan cintaNYA adalah suatu keistiqomahan yang mesti diusahakan..

..jadi..karena cinta adalah istiqomah, moga cinta-cinta kepad hal-hal yang fana di dunia ini (pekerjaan, organisasi, sesama makhluk, dll) tidak membuat kita lalai dalam mencintaiNYA dan semakin beristiqomah dalam mendekat kepadaNYA.. Amin..

*BismiLLAH..Rabbanaa zholamna anfusanaa waillam taghfirlanaa watarhamna lanakuunanna minal khoosirin..

Depok, 14 Juali 2008.

ketulusan anak kecil :)

percik No Comments

hari ini, udah lumayan ketemu banyak anak-anak yang maen-maen di rumah belajar kita.. ALhamduliLLAH..

semoga bisa terus ke depannya dan..tentunya lebih banyak orang lagi yang terlibat.. :)

semangaaat!

*buat ibu rumah tangga, kepala perpustakaan, ibu-ibu program, dan yang lainnya.. pa kabar? ditunggu nih kabar2nya..hehe

BismiLLAH..

percik 1 Comment

keinget khotbah jumat siang ini di MUI, hm..intinya mah kira-kira begini..

kalimat basmallah, harusnya dimaknai dengan dalam. karena sejatinya, setiap kebaikan, dalam hal ini, SETIAP PERBUATAN yang diniatkan untuk menghasilkan kebaikan tanpa didahului dengan basmallah..dikhawatirkan akan kehilangan keberkahannya..”

deg.langsung kebayang ke beberapa momen dalam hidup gw. betapa banyak justifikasi setiap perbuatan gw, yang awalnya dimulai dengan niat baik, tapi kemudian malah ketemu ending yang kemudian menjungkirbalikkan keadaan.

setelah gw pikirin, didahulukan dengan basmallah, tidak sebatas di ucapan saja, karena toh setiap orang pasti mampu, kalo hanya selesai di mengucap..tapi kemudian..ada rahasia ALLAH yang luar biasa dibalik basmallah ini. Rahasia. kenapa syetan tidak akan mengganggu aktivitas seorang muslim ketika bangun tidurnya diawali dengan basmallah, rahasia kenapa dalam surat An-Naml, ada dua basmallah disana, rahasia kenapa banyak ahli hikmah butuh waktu lama sekali untuk bisa secara pasti memahami hakikat basmallah.

yang pasti, basmallah merupakan refleksi dari penyerahan diri kita sepenuhnya terhadap segala ketentuan ALLAH, kepercayaan yang penuh bahwa apa yang dihadapi nanti pasti akan bisa menguatkan kita atau bahkan menjatuhkan kita. basmallah juga berarti bahwa di titik ini, manusia yang sangat dhaif mengakui bahwa ia, tidak dapat berbuat apa-apa, hingga untuk berdiri tegak pun setelah jatuh terpekur..ia butuh ALLAH untuk menariknya dari lubang kehancuran.

Maka..mungkin selama ini, masih banyak basmallah gw yang bermasalah, banyak basmallah kita yang baru sebatas lisan..yang baru pemuas harapan orang lain, dan banyak motif-motif lain yang sungguh jauh dari keikhlasan..

ALLAH..ampuni kami, yang sangat sulit memahami KeagunganMU dengan cara yang sederhana..

Mari, kita ucapkan dengan lisan, yakini dalam hati, dan kuatkan dalam tekad..

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM…

*tulisan ini untuk da deni-jetc, rumbel fim, untuk kalian (gy, ne, syl), untuk pak mashadi dkk, untuk kelompok HT-ku, untuk pejuang fisip dan psiko,  untuk hari seninku sampai september, untuk maxima, C3, komunitas aset bangsa, 61, semua pekerjaan, keluarga tercinta, dan untuk 2112.. BismiLLAH, kita akan melewati semua ini dengan belajar ikhlas.. Aamiin..

semakin susah..

percik 1 Comment

dan..semakin dekatlah hari kematian bagi banyak orang di indonesia..

makan susah, tinggal susah, masak apalagi..

huff, susah memang, ngeliat pemimpin,yang emang udah mati dari yang pernah berkali-kali mati..

menjaga keikhlasan

percik 1 Comment

kemaren, saya berrtemu dengan pandu, mario, syarif dan patrya. ada kebahagiaan yang luar biasa bisa bertemu mereka setelah hampir tiga pekan sebagian besar mereka disibukkan oleh pemira fisip. banyak senyuman, cerita yang keluar dari mereka, terkait dengan segala proses. saya sangat bersyukur, karena memang momentum-momentum seperti itu (pemira, dan semacamnya), biasanya akan mudah membuat hati kita begitu keras, dan bahkan tidak sensitif. ya, keras. seperti yang saya rasakan dari perlakuan saudara-saudara saya sendiri di fisip.

saya selalu mengingatkan kepada mereka, bahwa tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah berhusnuzhan kepada saudaranya sendiri..tetapi, sangat sulit untuk berkata sungguh-sungguh dengan hal itu, karena realita yang mereka alami, membuat sebagian besar mereka mengalami disonansi kognitif, kebimbangan yang dialami karena yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. miris dan ingin menangis rasanya, karena suatu momentum pendewasaan menjadikan orang-orang yang mendefine “kita”, menunjukkan diri sendiri, bahwa mereka tidak benar-benar dewasa. justru saya sangat bersyukur bertemu dengan pandu, dan kawan-kawan. dari sana saya belajar, bahwa kebaikan tidak harus diartikulasikan dengan sulit, dengan bahasa minna walaisa minna. tetapi siapapun yang merasa mampu dan memiliki kesempatan, toh dia pantas untuk mendapatkannya. disini berlaku sunnatut tadafu’ sebenarnya.

alhamdulillah, saat ini saya berada pada kondisi cukup untuk mengerti, ada hal-hal yang esensial yang tidak penting lagi untuk dibicarakan kepada orang yang tidak paham, melainkan cukup untuk berpikir keras, bagaimana orang-orang itu menyadari kekhilafan mereka; bahwa ketidaksiapan strategi, ketakutan kalah, dan prasangka berlebihan mampu memperdaya bangunan kebaikan. dan setiap entitas didalamnya, bahkan memperkeruh situasi yang ada.

kita ini manusia, logika struktur, sistem yang mapan, seringkali mengalahkan akal sehat yang secara tajam mengatakan bahwa, kita ini bisa salah, kita ini bisa berbeda, dan kita bisa memperoleh konsekuensi atas apa-apa yang kita usahakan. maka, menjadi bijaklah kita kalau tausiah dari Al-Quran mengingatkan; cukuplah kita semua beramal, biar ALLAH yang menilai semuanya.

Alhamdulillah.